Popular posts from this blog
IKRAR ANGGOTA TAPAK SUCI
Bismillaahirrahmaanirrahiim, Asyhaduanlaailaaha illallaah, Wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah. Radhiitu billaahi robba, Wa bil Islaami diina, Wabimmuhammadinnabiyya wa rasuula Ikrar Anggota TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata Mengabdi kepada Allah, berbakti kepada bangsa dan negara, serta membela keadilan dan kebenaran. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela. Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihan dan permusuhan. Patuh dan taat kepada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan. Dengan IMAN dan AKHLAQ saya menjadi kuat, tanpa IMAN dan AKHLAQ saya menjadi lemah. Laa hawla wa laa kuwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiim
SEJARAH TAPAK SUCI
Pra Sejarah Pra-sejarah Tapak Suci telah dimulai sejak lahirnya seorang putera dari KH. Syuhada, yang bernama Ibrahim, pada tahun 1872 di Banjarnegara (Jawa Tengah). Di usia remaja Ibrahim telah belajar pencak, dan kelak pemuda Ibrahim dikenal sebagai pemuda yang aktif menggunakan ilmu pencaknya itu untuk menentang penjajahan Belanda, kerap mengganggu dan melakukan perlawanan terhadap tentara Belanda. Hal ini membuatnya kerap menjadi buronan Belanda. Dalam statusnya yang sering menjadi buronan Belanda, Ibrahim kerap berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Selain bersembunyi dari kejaran pihak Belanda, Ibrahim juga mendalami dan mengasah ilmu pencaknya.Tersebutlah dalam riwayat beliau sempat singgah ke Batavia, dititip pada seorang kerabatnya disana. Namun di Batavia Ibrahim juga sering membuat onar terhadap Belanda, hingga akhirnya beliau berangkat ke Tanah Suci. Setelah menikah dengan puteri KH. Ali, Ibrahim kemudian mendirikan Pondok Pesantren Binor...